Kisah Cinta – Pagi itu adalah pagi yang sangat cerah, dan hari itu adalah hari sabtu. Hari itu adalah hari yang tidak bisa terlupakan di benak gadis berusia 13 tahun dan pria berusia 14. Gadis

Aku tidak mencintainya. namun karna ia terlalu baik dan sudah banyak menolong aku dan keluargaku, Aku mencoba membuka hati untuknya. Aku jalani cinta ini dengan rosma, walau sedikitpun aku tidak mencintainya. Setiap Hari Rosma selalu

aku menangis karena sekarang nenek rahma hidup sebatang kara. seminggu yang lalu suaminya kakek Rohili telah meninggal, sedangkan anaknya sudah ikut suaminya di Jakarta. Tak tega melihatnya setiap hari aku selalu mengantar makanan untuk nenek

Saat warga miskin antri mendapatkan bantuan Langsung Sementara Masyarakat atau Balsem, Mbok Warkem (65) berada di rumah kecilnya yang dibangun dari hasil gotong royong warga. Perempuan tua sebatang kara asal banyumas ini hanya bisa pasrah.

Ketika aku sampai di rumah malam itu istriku melayani makan malam, aku memegang tangannya dan berkata, “aku ingin memberitahumu sesuatu.” Dia duduk dan makan dengan tenang. Sekali lagi aku melihat ada kekhawatiran di matanya. Tiba-tiba